AGUSTUS-AN DAN KEINDONESIA
:: catatan unutk 64 tahun Indonesia Merdeka ::
AGUSTUS-AN.Dekat dengan lomba2, umbul2, juga jual2an bendera plus tiangnya di pinggir jalan. Tapi juga lekat dengan asal2an, asal pasang biar tidak dianggap Sparatis (maaf bg yg tersinggung). Tapi itulah ungkapan dan tradisi massa rakyat utk rayakan kemenangan. Agustus-an adalah momen sosiocultural yg lekat, bahkan lebih lekat dari momen yg lainya. Lekat dgn ceremonial dan lomba tp apa LEKAT DGN KEINDONESIA-AN KITA?

Pertanyaan di atas mungkin layak untuk ditanyakan pada setiap kita. Saya mulai dengan kata lekat, lekat tidak sama dengan lengket. Lekat adalah kondisi menyatunya dua hal yang sunguh berbeda,namun dalam perjalanan waktu saling tak tergantikan sehingga bila salah satunya tercabut atau dicabut menimbulkan bekas luka yang tidak mudah di tambal. Bagi saya ke-Indonesian adalah kondisi lekatnya solidaritas dan kolaborasi kultural dalam semangat/ spiritualitas kehidupan bersama sebagai bangsa Indonesia.
Namun dalam perjalanan waktu, ada kondisi yang perlahan menggorek kelekatan itu. Ada dua kondisi : 1) Tercabut, kondisi intra pribadi yang melihat ke-Indonesiaan sama halnya dengan manohara, MTV sehingga parsial dan bukan apa-apa dan tidak penting. 2) Dicabut, kondisi eksterna personal yang melahirkan pesimistis, sisnis dengan ke_Indonesiaan. Dua kondisi yang menurut saya sama-sama kritisnya.
Menjadi lekat dengan Indonesia menjadi semakin rumit, sehingga kadang dicukupkan dengan memasang bendera, mengadakan lomba atau upacara bendera. Saya kok menduga bahwa lomba agustusan dulunya tidak dibuat supaya kita cukup memaknai Indonesia hanya sekadar seremonial dan momentum. Kalau sekarang terjadi demikian, menunjukan ada yang salah dengan ke- Indonesiaan kita.
Saya berpikir, mungkin alangkah baiknya kita mulai belajar menelusuri jejak sejarah ” 17 Agustus 1945″, mencari inspirasi yang ada dibaliknya. Mencari inspirasi dari pengusung ide ke_ indonesiaan seperti Tan Malaka, Budi Oetomo, Soekarno, M.Hatta dll, Biar kita tidak hanya ber-seremonial dan berlomba saja tapi menemukan semangat ke_Indonesian kita dalam hidup keseharian.
bagaimana dengan mu kawan?
Tetap Semangat Bro…. merekam sejarah melalui tulisanmu….
Salam Hangat,
-reza-
Oleh: reza on April 25, 2009
at 1:32 pm