TANDA

TANDA
Kris Budiman dalam bukunya ( Semiotika Visual ) kali ini mencoba untuk menelaah konsep-konsep dasar yang disampaikan oleh Charles Sanders Pierce dan Ferdinant de Saussure. Tidak seperti pada buku Alex Sobur, yang hanya menelaah dan memaparkan pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh semiotika. Pada buku Kris Budiman ini disertai dengan alur dan contoh sehingga mudah dalam pemahaman semiotika yang cenderung rumit dan njelimet. Kris Budiman memberikan arahan yang tepat dan pasti mengenai pemikiran dari tokoh-tokoh semiotika yang ia tampilkan. Hal ini lah yang menjadikan buku tipisnya kali ini menjadi lebih berharga dari buku keluaran Alex Sobur. Pembaca benar-benar diajak untuk benar-benar mengerti tentrang semiotika. Yang tentunya tidak sekedar tahu.
Dengan kata lain untuk mencari tahu apa itu semiotika ada dalam buku Alex Sobur, namun untuk mengerti semiotika ada dalam buku Kris Budiman ini. Tidak banyak yang bisa direviw dari buku Kris Budiman ini selain membacanya sendiri. Contoh-contoh yang diberikan begitu gamblang dan mudah dimengerti.
Sebenarnya isi dari buku Kris ini tidak banyak beda dengan Sobur dimana ia juga menjelaskan tentang semiologi nya Fedinant de Saussure mirip seperti apa yang digambarkan oleh Alex Sobur. Begitu juga pada pembahasan sesi Charles Sanders Pierce. Bahwa bahasa dimata Saussure, tidak ubahnya dengan musik. Untuk memahami suatu bahasa, menurut Saussure haruslah dilihat secara sinkronik sebagai hubungan antara bunyi dan makna. Kita tidak boleh melihatnya secara atomistic, melainkan harus dilihat dengan mengurusi kepingan-kepingan detail dan sebagai orang luar yang tidak terlibat dalam bahasa itu sendiri. Pendekatan inilah yang disebut-sebut sebagai ilmu linguistik struktural. Sedangkan Charles Sanders Pierce menjelaskan tentang ikon, indeks, dan symbol. Ikon adalah hubungan antara penenda dan petanda yang bersifat kebersamaan bentuk alamiah. Atau dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan kemirirpa misal potret dengan peta yang mirip dengan objek aslinya. Indeks adalah tanda yang merujuk pada hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat. Sebagai contoh adalah munculnyaasap sebagai tanda kalau ada api. Sedangkan simbol adalah tanda yang menunjukan adanya hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya. Hubungan yang terjadi berdasar atas kesepakatan masyarakat dan bersifat arbiter atau semena. Jika melihat pada interpretanya, tanda dibagi atas rheme, dicent sign atau dicisign dan argument. Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang untuk menafsirkan berdasarkan pilihan. Misalkan orang yang merah matanya, dapat menandakan ia baru menangis ataupun menderita penyakit mata. Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai dengan kenyataan. Misalkan jika ada orang kecelakaan dan disampingnya memang ada rambu-rambu lalu lintas tang menandakan bahwa didaerah tersebut sering terjadi kecelakaan. Sedangkan argument adalah tanda yang langsung dapat memberikan alasan tenatang sesuatu.
reply share

ebudayaan
James Spradley menekankan dimensi kognitif dalam memberikan definisi kebudayaan. Bahwa kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh masyarakat yang digunakan untuk mengintepretasikan pengalaman dan menghasilkan perilaku sosial. Asumsi penting dari definisi ini adalah bahwa pengalaman manusia dan perilakunya sebagian besar hasil dari sistem makna simbol. Spradley menyatakan bahwa ketika kebudayaan digunakan untuk menginterpretasikan pengalaman dan menghasilkan perlaku sosial, kita sedang menetapkan salah satu penjelasan untuk perilaku sosial. Dengan demikian terdapat dua fungsi universal dari kebudayaan, yaitu pertama, menginterpretasikan pengalaman —pada fungsi ini kebudayaan hanya mengacu pada pengetahuan yang orang menggunakannya untuk menginterpretasikan tindakan (actions), benda (objects), dan peristiwa (events)— dan kedua menghasilkan perilaku sosial.

Tanda
Saussure menyatakan bahwa tanda terdiri atas bentuk fisik yang disertai dengan konsep mental yang terkait. Tanda terkait pada realitas hanya melalui konsep orang yang menggunakannya.
C.S. Pierce yang merupakan salah seorang pendiri semiotika membagi tanda menjadi 3 tipe yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ikon merupakan tanda yang memiliki kemiripan dengan objeknya; seperti foto, peta, gambar wanita atau pria pada toilet, dan sebagainya. Indeks merupakan tanda yang hubungan ekstensialnya langsung dengan objeknya. Atau dengan kata lain antara signifier dan signified (istilah Saussure) memiliki hubungan alami; contohnya asap adalah indeks api, bersin indeks flu, dan sebagainya. Sedangkan simbol adalah tanda yang memiliki hubungan dengan objeknya berdasarkan konvensi, kesepakatan, atau aturan bersama; contohnya kata-kata, huruf, angka latin, dan sebagainya.

2 thoughts on “TANDA”

  1. kalo nyari buku semiotika pierce yang isinya lengkap ttg teori dia, yang mana ya judulnya??nyarinya dimana sih??ditoko2 buku biasa adanya roland bartez mulu!!!perlu nih bwt skripsi…makasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s