SIMULAKRA; DUNIA TANPA ASAL USUL


SIMULAKRA; DUNIA TANPA ASAL USUL
Written by Muhammad Kasman

Manusia, secara eksistensial, selain memiliki kesadaran akan keberadaannya di tengah-tengah dunia, mereka juga menyadari keberadaannya bersama dengan dunia. Ini berarti bahwa manusia bukan merupakan makhluk yang hanya tinggal menjalani hidup ini tanpa kebebasan untuk memilih, melainkan, manusia menjadi makhluk yang sadar bahwa arah dan warna serta esensi keberadaannya bersama dunia ditentukan dengan pilihan-pilihan hidup yang dijalaninya.
Karena hal inilah, maka manusia dikenal sebagai makhluk budaya, karena segala tindakan dan aksi manusia dalam hidupnya merupakan sesuatu yang dilakukan atas dasar pilihan dan bukan sesuatu yang “given”. Continue reading SIMULAKRA; DUNIA TANPA ASAL USUL

Semiotika


Semiotika
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Semiotik Semiotik atau semiologi merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak digunakan di Eropa sedangkan semiotik lazim dipakai oleh ilmuwan Amerika. Istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise. (Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia) Continue reading Semiotika