Hantu itu bernama Sumpah Pemuda

HANTU ITU BERNAMA SUMPAH PEMUDA
oleh: ANDRE YURIS/ SEPT 08/SURABAYA
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Adakah hal lain yang masih kita kenang selain sumpah setia yang di ikrarkan pada Konggres Pemuda 28 oktober 1928 dan lagu Indonesia Raya yang di kumandangkan WR. Supratman untuk kali yang pertama ?. Dan ingatkah kita, dengan apa yang mereka bicarakan dalam konggres yang digagas oleh Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia (PPPI) ini. Sekadar menyegarkan ingatan, hari pertama sabtu 27 oktober 1928 bertempat di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) Kongres Pemuda II mulai mengadakan rapat yang dipandu oleh Mohamad Yamin. Pada kesempatan ini, dibicarakan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda kemudian menyepakti lima faktor yang memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
Rapat kedua berlangsung hari Minggu 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop dan membahas masalah pendidikan. Pembicaranya adalah Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Keduanya berpendapat bahwa anak-anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah dan perlunya anak dididik secara demokratis. Pembicara lainya adalah Soenario yang menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan dan Ramelan yang mengemukakan bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Kemudian Kongres ditutup dengan ikrar sumpah setia (lebih dikenal dengan istilah sumpah pemuda) dan lagu Indonesia Raya yang dimainkan oleh WR. Supratman sekarang menjadi lagu kebangsaan kita.

Sekarang Giliran Kita,
Kita tentu pantas berterimakasih dan bangga dengan apa yang diwariskan oleh Kongres Pemuda II. Kongres ini menjadi salah satu peletak dasar perjuangan kemerdekaan dan konsep kebangsaan Indonesia. Kongres ini adalah sebuah langkah sejarah, yang mungkin pada waktu itu dianggap gila dan utopis. Bagaimana tidak, dalam kondisi terjajah, terpecah belah karena politik adu domba dan tidak berdaya menghadapi imperialis mereka sudah memikirkan persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme dan demokrasi bahkan lagu kebangsaan. Disaat sebagian rakyat hanya berpikir bagaimana bertahan hidup dan menjaga teritorial dengan pelawanan senjata mereka sudah berpikir tentang kemerdekaan dan apa yang akan dilakukan paska kemerdekaan.
Hanya pemimpi yang bisa menerima pola pikir seperti ini. Persatuan dan kesatuan bangsa pada waktu itu adalah hal yang tidak mendesak walaupun penting, yang penting dan mendesak pada waktu itu adalah angkat senjata dan berperang mengusir penjajah. Tapi mereka justru berpikir kebalikanya, bahwa persatuan dan kesatuan adalah penting dan srategis untuk diperjuangkan. Berdiri sebagai sebagai minoritas dan berlawanan dengan pendapat umum tentu bukan pilihan yang mudah. Tapi pilihan itu tetap mereka ambil walau konsekwensinya di pinggirkan bahkan dianggap pengkianat.
Mereka semua sudah mati, tapi mereka meninggalkan jejak sejarah. Jejak langkah sejarah yang menjadi fondasi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Langkah sejarah yang mengispirasi dan memberi pandu bagi perjalanan bangsa Indonesia. Banyak langkah sejarah yang pernah di lakukan tapi sedikit yang berhasil menjadi inspirasi dan pandu. DI/TII, PKI dan REPELITA orde baru adalah contoh langkah dan jejak sejarah tapi tidak berhasil jadi insprasi bagi generasi sesudahnya dan bagi kehidupan berbangsa. Mungkin pilihan langkahnya mendesak tapi tidak penting atau mungkin tergerus pragmatisme sehingga lupa berpikir tentang keutaman dalam berbangsa.
Setelah 80 tahun sumpah pemuda, tidak sedikit dari kita yang sudah melakukan langkah sejarah. Tidak sedikit langkah sejarah yang telah menjadi inspirasi dan pandu tapi tidak sedikit pula yang jadi racun bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Kita telah menyaksikan Indonesian Idol, AFI, DBL (Deteksi Basketball League), Black Inovation Award dan Eagle Award yang terekspose secara luas di media massa maupun yang kurang mendapatkan perhatian media seperti Olimpiade Fisika Internasional dan Pejuang Lingkungan. Tapi langkah mana yang sudah dihantui ?

Mana Yang Dihantui ?
Indonesian Idol, AFI dan DBL adalah contoh langkah bombastis yang menjual daya tarik industri media untuk kepetingan akumulasi modal. Sirkuit industri media dan modal telah menyedot generasi kita untuk bertindakdan berpikir instan, pragmatis bahkan di buat tidak sempat berpikir karena secara terus-menerus mendapat terpaan media (melalui media seting). Dalam sirkuit industri media dan modal (capital) tidak penting untuk berpikir strategis karena yang penting dan mendesak bagi mereka adalah penguasaan pasar, ekploitasi dan keuntungan. Beruntung masih even seperti Black Inovation Award yang menghembuskan iklim inovatif strategis yang memanfaatkan sampah urban menjadi sesuatu yang luar bisa. Bagitu pula dengan Eagle Award (kompetisi film Dokumenter MetroTV) yang mengajak kita untuk melihat dan berpikir tentang tokoh ataupun fenomena yang selama ini luput dari pandangan kita.
Banyak langkah sejarah yang sudah kita buat dan saksikan bersama. Namun tidak semua langkah itu memajukan peradaban, penting dan strategis bagi masa depan kita dan bangsa ini. Menjadi penting untuk membuat langkah sejarah yang memajukan peradaban, menjadi inspirasi dan pandu bagi kehidupan kita sekarang dan selanjutnya. Jadi inspirasi dan pandu sama halnya mejadi hantu yang merasuki langkah-langkah kita menuju Indonesia Baru. Sumpah pemuda telah menjadi hantu yang menjadi inspirasi dan pandu. Dalam kurun waktu 80 tahun sudah banyak langkah sejarah yang dirasuki dan semoga hantu ini selalu menyertai kita dalam setiap pilihan sikap dan pola pikir demi kejayaan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s