“Jadi Pemilih Cerdas”

kartun_mwatch

Pelaksanaan Pemilu Legislatif tinggal menghitung hari, bila dihitung mundur mulai hari ini 14 hari lagi kita akan menentukan wakil di parlemen untuk masa lima tahun. Masa kampanye pun tinggal tersisa 7 hari lagi, setelah itu kita akan memasuki masa tenang. Masa tenang diharapkan menjadi masa di mana kita sebagai warga negara memikirkan, menimbang dan memutuskan siapa yang di daulat untuk jadi pejuang dan penerus aspirasi.

Sudah banyak janji terlontar, terpampang di perempatan dan sudut jalan. Masa ini memang penuh janji, subur terlontar seolah tidak kenal batas tempat daya dan nalar. Sepertinya tak satu pun diantara kita yang luput dari gempuran janji yang terucap dan pose yang kadang menggelikan. Dalam ilmu komunikasi ada istilah banjiran (flooded) atau luapan informasi dimana pada masa tertentu saking banyak dan cepatnya informasi sehingga tidak dapat dicerna dan ditangkap penerima. Ketidakmampuan penerima dalam mencerna informasi menyebakan substansi informasi menjadi tidak jelas, mubazir dan tidak diacuhkan. Bulan- bulan terakhir ini kita kebanjiran janji bahkan mungkin lebih tepat “air bah” janji calon legislatif yang akan berlaga 9 April 2009 nanti.
Luapan janji pada masa kampanye lantas menguburkan informasi dan substansi pemilu yang seharusnya mendapatkan porsi besar. Bila harapan pemilu 2009 adalah lahirnya perubahan yang signifikan bagi kesejateraan rakyat, maka rakyat perlu kuat dan cerdas. Karena hanya masurakat yang kuat dan cerdas yang mampu mendorong perubahan. Kuat berarti kita harus secara bersama-sama dalam kelompok atau komunitas melibatkan diri dalam urusan umum, tidak egois, dan tidak tidak terjebak primordialisme dan fanatisme SARA. Cerdas berarti mau sadar dan peka dan kritis dengan kondisi lingkungan, membuka diri terhadap segala sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Kita tidak perlu mengulang masa lalu dimana rakyat kita silau dan ditelikungi janji calon legislaitf dan pemimpin eksekutif. Tentu tidak diharapkan pelaksanaan pemulu yang berbiaya tinggi tapi tidak signifikan bagi kesejahteraan rakyat. Masyarakat kita perlu kenal dengan calon wakilnya, tapi juga perlu mengetahui bagaimana proses dan tahapanya, apa yang perlu di perlu diperhatikan dan sikap apa yang sepatutnya kita ambil demi kesejahteraan bersama. Pada pemilu legislatif 2009, kita dihadapkan beragam pilihan orang maupun partai, juga dihadapkan sistem pemilu yang baru dengan sederet peraturan perundang- undangan yang nanti mau tidak mau berdampak luas bagi kehidupan kita secara pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 5 (lima) tahun kedepan.

Lima Menit untuk Lima Tahun, lagu yang baru saja dirilis Band Cokelat megingatkan kita betapa signifikannya Pemilu. Contrengan di bilik suara akan menentukan bagaimana dan kemana bangsa ini lima tahun kedepan. Kalau kita cerdas menggunakan hak pilih, kuat dalam kebersamaan atau jadi komunitas kuat tentu arah perubahan akan semakin terbuka. Sikap apatis, egois, primordial dan fanatisme sempit dan tidak menggunakan hak pilih menjadi tidak relevan. Karena masyarakat yang kuat dan cerdas adalah masyarakat yang memiliki keteguhan sikap dan berani mengambil pilihan untuk terlibat demi kebaikan bersama.

Dari hasil pendiskusian bersama, TRPP (Tim Relawan Pendidikan Politik) Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya mengajukan gagasan “Jadi Pemilih Cerdas”. Gagasan ini dimaksudkan agar pemlilu 2009 sunguh menjnadi signifikan dan relavan bagi cita-cita kesejateraan bersama. Sikap ini diambil dengan alasan kesejateraan bersama (bonum commune) dapat terwujud bila masyarakat kuat dan cerdas. Berikut gagasan “ Jadi Pemilih Cerdas” yang kami ajukan, Pemilih Cerdas adalah pemilih yang :
1. Memilih orang bukan partai.
2. Kenal dengan Caleg. Mengetahui rekam jejak (trackrecord), kompetensi dan kapasitas.
3. Memilih caleg yang muda usia.
4. Kritis, ingat dan menagih janji caleg. Dapat dilakukan secara bersama dalam kelompok atau komunitas masyarakat.
5. Memilih tidak berdasarkan SARA.
6. Berani menolak moneypolitic
7. Ikut mengamati dan mengawasi jalannya penghitungan suara di TPS masing-masing.
8. Memiliki alasan terhadap pilihan
9. Mau belajar tentang proses pemilu.

Gagasan ini, diharapakan jadi pertimbangan dan saran kritis yang mendorong kita untuk secara bersama mengupayakan kesejateraan bersama melalui pemilu legislatif 2009. Gagasan ini terbuka dan kritis terhadap gagasan baru sejauh itu dalam cita-cita membangun masyarakat yang kuat dan cerdas. Masyarakat yang kuat dan cerdas tidak menunggu, tapi mulai dari sekarang.

*disarikan dari diskusi TRPP, Rabu 25 Maret 2009.
Oleh: Andre Yuris/ anggota Div. Deseminasi Isu
Koord TRPP KOMKEP KS.
E/FB: trpkomkepks@yahoo.com/ group TRPP Komkep

One thought on ““Jadi Pemilih Cerdas””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s