Orang Muda Katolik (OMK) Tidak Golput

290320091707

Ada yang istimewa pada pemilu 2009, hari terakhir kampanye legislatif berbarengan dengan minggu Palma dimana umat katolik memasuki pekan suci. Masa tenang menjelang pemilu bersamaan dengan pekan suci dimana umat katolik mempersiapkan diri menyambut tri hari suci, dan tepat pada tanggal 9 april 2009 pelaksanaan pemilu legislatif umat katolik merayakan perayaan Kamis Putih yang merupakan malam perjamuan terakhir menuju kisah keselamatan Yesus.

Masa tenang menjelang hari pencoblosan adalah waktu sakral dimana masyarakat menimbang dan memutuskan siapa yang di daulat sebagai wakilnya. Namun apakah masyarakat kita sudah sepenuhnya siap dengan pilihannya dan apakah sudah sepenuhya siap berpartisipasi dalam pileg 2009. Survei Litbang Kompas 20 februari-3 maret 2009 menunjukan dari 3000 pemilih dari 554 desa /kelurahan seluruh Indonesia menunjukan bahwa 39,4 responden belum menyatakan pilihannya (Kompas,30/03/09).

Walau belum dapat dikatakan bahwa mereka belum siap dengan pilihannya atau mungkin tidak akan berpartisipasi atau jadi golongan putih (golput), tetap menunjukan kalau tantangan terbesar pemilu dengan sistem pemilihan langsung (direct voting) adalah partisipasi pemilih. Pemilih dikatakan golput atau ‘No Voting Decision’ apabila berkeputusan untuk tidak memilih salah satu dari kontestan yang tersedia pada kertas suara ketika dilakukan pemungutan suara. Kemungkinan ini cukup terbuka pada pileg 2009 bila melihat pengalaman pilkada bahkan mungkin akan semakin besar.

Orang Muda dan Golput

Bila dilihat dari fakta yang ditampilkan dalam berbagai media massa dan hasil penelitian memang menujukan bahwa angka golput cukup tinggi. Faktanya memang cukup tinggi namun apakah tingginya angka golput sebanding dengan motif atau relevansinya terhadap sistem politik yang berkembang? Tentu masih bisa di diskusikan lebih lanjut.

Dari beberapa perjumpaan dengan komunitas OMK (orang muda katolik) ditemukan bahawa keputusan untuk tidak menggunakan hak pilih atau golput umumnya berawal dari kebingungan untuk menentukan pilihan dan kurang paham terhadap sistem pemilu yang baru. Motif golput yang ini, sangat dimaklumi karena memang dihadapkan pada banyaknya pilihan dan sistem pemilu yang cukup rumit. Golput akibat kebingungan dan kurang paham relatif mudah berubah bila ada informasi dan sosialiasi tentang sistem pemilu. Terbukti bahwa informasi yang cukup dapat mendorong keterlibatan dan pilihan.

Motif lain yang ditemukan adalah kerena sudah terlanjur alergi dengan politik. Bagi anak muda politik identik dengan manipulasi, korupsi, dan praktik yang kotor. Jadi tidak mengherankan apabila banyak diantara anak muda yang ditemui mengatakan jadi golput karena tidak mau terlibat mendukung politik yang kotor. Motif ini tidak semena-mena disangkal, karena memang praktik politik muncul ke permukaaan melalui media massa menunjukan kerusakan-kerusakan.

Dalam kesempatan pendidikan politik bagi OMK , dan kaitanya dengan motif golput yang kedua akhirnya dimunculkan pembedaan politik dan politiking. Politik dan politiking adalah pembedaan politik sebagai dimensi hidup dan bidang hidup. Politik sebagai dimensi hidup merupakan cara yang digunakan manusia untuk berinteraksi entah personal maupun komunal demi tata kehidupan bersama yang mensejaterahkan. Sebagai dimensi hidup politik bertujuan kesejateraan bersama dan dapat dipastikan tidak ada manusia menolak kesejahteraan personal maupun komunal. Kesejahteraan ekonomi, politik, sosial dan budaya adalah cita-cita politik yang diupayakan bersama dan merupakan esensi politik.

Politik sebagai bidang hidup disebut sebagai politking. Politiking dimaknai sebagai cara personal maupun komunal untuk mencapai kekuasaan dan kedudukan (keterwakilan) politik. Pada praktiknya memang diakui upaya mencapai kedudukan dan kekuasaan dilakukan tidak senonoh dan mengorbankan cita-cita politik. Pada titik inilah motif golput kerana praktik politik kotor berawal. Kerusakan praktik politik yang terjadi selama ini perlu di akui jadi penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu.

Namun dalam demokrasi, politik dan politiking tidak dapat dipisahkan. Cita-cita politik tidak mungkin tercapai bila tidak di dorong secara bersamaan. Kecenderungan hanya menjalankan politik sebagai dimensi hidup baik adanya, namun sungguh tidak signifikan bagi cita-cita politik karena keterwakilan politik (politiking) mutlak dalam demokrasi. Mengupayakan perbaikan politiking tentu perlu diupayakan, salah satunya mendorong partisipasi yang luas dalam pemilu. Peluang perbaikan menjadi sungguh terbuka dalam pemilihan langsung dan mekanisme one man one vote pada Pileg 2009.

Peluang dan Sikap OMK

Sistem pemilu legislatif, dimana keterwakilan ditentukan suara terbanyak dan setiap pemilih memiliki satu suara untuk setiap strata perwakilan merupakan peluang yang sangat baik untuk perbaikan politiking. Politiking yang selama ini menjijikan dapat diupayakan menjadi lebih baik pada lima tahun yang akan datang bila cita-cita politik menjadi semangat yang mendorong partisipasi. Kuncinya ada pada partisipasi pemilih dalam pemilu, karena perubahan menjadi mungkin bila pemilih secara sadar menggunakan hak pilihnya atau tidak golput.

Orang Muda Katolik, berdasarkan pembedaan politik dan politiking serta analisa peluang perubahan melalui sistem pemilu 2009 sampai pada sikap tidak golput. Dari perjumpaan dan analisa bersama, golput dianggap tidak relevan bila disandingkan dengan sistem pemilu dan cita-cita politik. Prinsip perjuangan politik katolik adalah mengupayakan kesejateraan bersama (bonum commune). Prinsip politik untuk kesejateraan bersama tersebut hanya mungkin dicapai minimal dalam lima tahun kedepan bila hak pilih di gunakan secara bijak. Golput bukanlah cara bijak untuk mendorong perubahan yang signifikan dalam kehidupan bersama sebagai bangsa Indonesia.
*disarikan oleh : Andre Yuris, Kord. TRPP Komkep Ks,
dari FGD bersama OMK Keuskupan Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s