Sastra Dunia Maya (Sebuah apreasi terhadap karya sastra yang terlantar)


Sastra Dunia Maya
24-Aug-2009
(Sebuah apreasi terhadap karya sastra yang terlantar)
Oleh Gabriel Adur
(Mahasiswa Philosophisch und Theoloische Hocschule Sankt Augustin German)

Kleks_2_by_NurNurIch“Penyair dari kehidupan sehari-hari /orang-orang yang bermula dari kata-kata/ kata-kata yang bermula dari kehidupan, pikir dan rasa”. (Puisi : Surat Cinta, W. S. Rendra).
Penyingkapan realitas melalui sastra mengangkat lekak-lekuk kehidupan dalam berbagai dimensi sosial, politik, religiositas dan budaya, dan bahkan menyentuh segala kebijakan hukum dan peraturan yang ada dalam setiap masyarakat.
Dengan itu, perjumpaan dan relasi masyarakat dengan sastra dalam kehidupan konkret memungkinkan adanya sebuah proses interpretasi. Hal ini yang ditekankan oleh Wilhelm Dilthey dan E. Hirsch kalau realitas dalam masyarakat itu dipandang sebagai teks terbuka yang memuat realitas masyarakat.
Dalam tataran hermeneutis, interpretasi merupakan sebuah proses sirkuler yang terjadi secara kontinu dan saling mempengaruhi antara indra progresif(progressive sense) secara keseluruhan dan pengertian retrospektif (retrospektive understanding) dalam memahami sesuatu (realiatas sebagai sebuah teks terbuka).
Secara lain, Martin Heidegger menekankan bawah pembaca harus mengalami inti terdalam “inner life“ dari sebuah teks dalam memahami realitas secara keseluruhan. Pembaca (masyarakat atau publik) harus betul-betul “ being in the world” atau Dasein. Dengan itu, tak ada sebuah kemutlakan yang dilegalkan dalam memahami sebuah realitas.
Kehadiran sastra dalam ruang publik menunjukkan sebuah upaya memahami fenomena dalam hidup, baik individu maupun kommunal. Dengan intensionalitas sebagai heart of the knowing (jantung pengetahuan) , sastra akan membawa kita untuk hidup dalam konsep sekaligus pengalaman praktis akan kehidupan itu sendiri.
Di sini, sastra memiliki dua aspek dalam struktur intesionalitasnya yakni dalam bentuk tekstual dan ekspresi, pengertian akan dirinya sendiri dan pengetahuan akan yang lain dituangkan. Dengan itu, sastra memperlihatkan bahwa kesadaran itu tidak identik dengan objek-objek, tetapi hal itu merupakan sebuah cikal bakal kesadaran (intended consciousness) . Continue reading Sastra Dunia Maya (Sebuah apreasi terhadap karya sastra yang terlantar)

Advertisements

Sajak Sebatang Lisong


menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan
benderaSajak Sebatang Lisong
aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya Continue reading Sajak Sebatang Lisong