SEMIOTIKA DALAM STUDI KOMUINIKASI VISUAL


SEMIOTIKA DALAM STUDI KOMUINIKASI VISUAL
(disarikan dari tulisan:Sumbo Tinarbuko,Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR-ISI Yogyakarta, Ketua LSK Deskomvis: Penelitian, Perancangan, dan,Konsultan Desain Komunikas Visual)

Umberto Eco_jamesaubrey.typepad.com-andreyurisSemiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Tanda-tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif. Keberadaannya mampu menggantikan sesuatu yang lain, dapat dipikirkan, atau dibayangkan. Cabang ilmu ini semula berkembang dalam bidang bahasa, kemudian berkembang pula dalam bidang desain dan seni rupa.

Semiotika berasal dari kata Yunani semeion, yang berarti tanda. Ada kecenderungan bahwa manusia selalu mencari arti atau berusaha memahami segala sesuatu yang ada di sekelilingnya dan dianggapnya sebagai tanda. Penjelajahan semiotika sebagai metode kajian ke dalam berbagai cabang keilmuan-dalam hal ini desain komunikasi visual dimungkinkan, karena menurut Yasraf A. Piliang ada kecenderungan untuk memandang berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa. Artinya, bahasa dijadikan model dalam berbagai wacana sosial.

Bertolak dari pandangan semiotika tersebut, jika seluruh praktik sosial dapat dianggap sebagai fenomena bahasa, maka semuanya–termasuk karya-karya desain komunikasi visual – dapat juga dipandangsebagai tanda-tanda. Hal itu dimungkinkan karena luasnya pengertian tanda itu sendiri.Ferdinand de Saussure merumuskan tanda sebagai kesatuan dari dua bidang yang tidak bisa dipisahkan – seperti halnya selembar kertas – yaitu bidang penanda ( signifier) atau bentuk dan bidang petanda (signified): konsep atau makna. Continue reading SEMIOTIKA DALAM STUDI KOMUINIKASI VISUAL