Penggunaan Analisis Wacana

Kontribusi postmodern Analisis Wacana adalah penerapan pemikiran kritis situasi sosial dan penyingkapan disembunyikan (atau tidak terlalu tersembunyi) politik dominan dalam sosial serta semua wacana lain (interpretasi terhadap dunia, sistem keyakinan, dll) . Discourse Analisis dapat diterapkan pada setiap teks, yaitu, untuk setiap masalah atau situasi. Karena Analisis Wacana pada dasarnya adalah interpretatif dan dekonstruksi membaca, tidak ada pedoman khusus untuk mengikuti. Orang bisa, bagaimanapun, menggunakan teori-teori Jacques Derrida, Michel Foucault, Julia Kristeva, atau Fredric Jameson, serta kritis lainnya dan pemikir postmodern.

Sekali lagi, tujuan dari Analisis Wacana adalah untuk tidak memberikan jawaban pasti, tapi untuk memperluas cakrawala pribadi kita dan membuat kita menyadari kelemahan kita sendiri dan diakui agenda / motivasi – dan juga orang lain. Secara singkat, analisis kritis mengungkapkan apa yang sedang terjadi di belakang punggung kita dan orang lain dan yang menentukan tindakan kita.

Sebagai contoh, Analisis Wacana diterapkan pada teori Ilmu Perpustakaan, tidak berdebat untuk atau menentang validitas dan “kebenaran” dari metode penelitian tertentu (kualitatif atau kuantitatif), pernyataan, atau nilai (yaitu Perpustakaan Bill of Rights, atau kebijakan mengenai kebebasan berbicara). Sebaliknya, analisis wacana akan berfokus pada keberadaan dan pesan teks-teks ini dan menemukan mereka dalam sejarah dan konteks sosial (lihat Bernd Frohmann artikel “The Power of Gambar: Sebuah Analisis Wacana Kognitif Viewpoint” di bawah).

Dengan cara ini, Analisis Wacana bertujuan mengungkap motivasi dan politik terlibat dalam berdebat untuk atau terhadap metode penelitian tertentu, pernyataan, atau nilai. hasil yang konkret akan menjadi kesadaran dengan kualitas dan kekurangan masing-masing dan lahirnya sebuah informasi perdebatan. Meskipun perdebatan ini tidak akan pernah dapat diselesaikan, hal itu memungkinkan untuk koreksi bias dan masuknya kaum minoritas dalam perdebatan dan dianalisis wacana.

SUMBER : http://www.ischool.utexas.edu/~palmquis/courses/discourse.htm

2 thoughts on “Penggunaan Analisis Wacana”

  1. logika akan membawa kita ke A dan B, sedangkan imajinasi akan membawa kita ke mana-mana.
    bagaimana cara kita menganalisa logika dan imajinasi seseorang…..
    pertanyaan ini rodo-rodo NGAWUR dikit…..

    1. Tentang Logika dan Imajinasi. Pendapat saya adalah keduanya berada dalam domain yang berbeda walaupun memiliki kekuatan membentuk, mempegaruhi wacana ataupun konstruksi sosial. Dengan begitu keduanya dalam konteks analisis wacana sangat lekat dengan latar sosial (term of reference dan term of eksperience) dimana keduanya hidup. Jadi bisa dimuali dengan melihatnya dalam latar sosial serta aktornya masing-masing. Ini sedikit untuk menganalisis kekuatan keduanya. Sekiranya begitu penjelasanya Cak Sur..Trimaksih Sudah mampir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s