Earth Hour : Matikan Lampu – Unggah Fotomu!


Rabu, 10-03-2010 16:29:43 oleh: Bayu Wardhana

60 Earth Hour : Matikan Lampu

Earth Hour tahun ini akan serentak dilakukan pada tanggal 27 Maret 2010, pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Menurut rilis dari WWF, per 4 Maret, sudah ada 1.110 kota dari 92 negara , akan berpartisipasi dalam Earth Hour ini. Nah, apakah pembaca Wikimu mau ikutan?
Apa sih Earth Hour itu? Ini adalah gerakan mendunia dengan mematikan lampu selama 1 jam, secara bersamaan. Biasanya ini dilakukan di akhir bulan Maret, di akhir pekan pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Gerakan ini dimulai dari Sidney tahun 2007 dan di Indonesia baru dimulai pada tahun 2009 lalu.
Lalu apa manfaatnya dengan mematikan lampu di Earth Hour? Pesannya jelas, hemat energi. Dengan mematikan lampu selama 1 jam , di rumah/kantor/toko dll, berarti menghemat energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik lampu tersebut. Dan berarti mengurangi efek rumah kaca dari gas karbon yang dihasilkan pembangkit energi. Harap dimaklumi, sebagian besar listrik kita (Indonesia, bahkan dunia) masih dihasilkan dari pembakaran minyak dan batubara, sehingga gas karbon banyak terlepas ke udara – efek rumah kaca – pemanasan global.
Apa ya cukup dengan mematikan 1 jam saja, lalu besoknya kita tetap boros listrik? Tentu tidak demikian harapan dari kegiatan Earth Hour. Kegiatan ini dilakukan serempak di seluruh dunia, dengan maksud mengingatkan kita untuk selalu hemat energi. Untuk selalu ingat, setiap kemudahan yang kita peroleh mesti dibayar dengan yang lain. Istilah orang ekonomi, semua ada harganya. Dan harga dari kehidupan modern (listrik, TV, microwave, mobil, dll) adalah kerusakan lingkungan. Maka salah satu cara untuk mengurangi kerusakan lingkungan adalah dengan mengubah perilaku / gaya hidup kita yang hemat energi. Continue reading Earth Hour : Matikan Lampu – Unggah Fotomu!

Mencari Politisi Progresif


Rabu, 10 Maret 2010 | 02:45 WIB

Airlangga Pribadi

Saat arus politik utama di Indonesia mempertontonkan tindakan elite-elite politik yang miskin integritas dan komitmen publik, maraknya para mantan aktivis gerakan mahasiswa melompati pagar untuk memasuki partai politik sering dianggap sebagai pengkhianatan atas perjuangan awalnya.

Persoalan menjaga komitmen perjuangan politik bukanlah persoalan pada wilayah aktivitas, baik di dalam maupun di luar sistem. Komitmen para politisi akan teruji ketika dalam praksis politiknya mereka tetap konsisten memiliki visi kekuasaan progresif. Visi kekuasaan yang menghadirkan rakyat sebagai kekuatan utama dalam melakukan kontrol terhadap arena politik ataupun perubahan di dalamnya.

Ke depan, kita akan menyaksikan sepak terjang para elite politik muda di DPR yang mengawali karier politik sebagai aktivis gerakan mahasiswa, seperti Budiman Sudjatmiko, Pius Lustrilanang, Anas Urbaningrum, dan Andi Rakhmat. Sejarah akan mencatat apakah kiprah mereka membenarkan gambaran dominan bahwa ruang politik dan orang-orang di dalamnya nista dan kotor ataukah mereka tampil membawa perubahan lebih baik dalam arena politik.

Mampukah mereka mempertahankan komitmen pada keadilan publik, di tengah arena politik Indonesia yang bergerak dalam logika kepentingan elite yang berjarak dari publik daripada logika komitmen politik yang melekat pada kepentingan publik.

Perjuangan para elite politik baru ini tidaklah mudah dalam ruang politik Indonesia. Struktur kesempatan politik yang tersedia tak memberikan pilihan banyak untuk melakukan perubahan-perubahan politik yang bermakna. Kerap kali upaya-upaya untuk memperlihatkan komitmen para politisi muda terhadap kehendak rakyat masih harus berhadapan dengan tembok besar oligarki politik elite. Para elite politik utama yang masih mengalkulasi setiap langkah politik mereka semata-mata sebagai kesempatan untuk mengakumulasi pertambahan modal ataupun kekuasaan politik mereka sendiri. Continue reading Mencari Politisi Progresif