KOMODO, DI MANGSA KUCING


 

This slideshow requires JavaScript.

KOMODO (Varanus Komodoensis) reptil purba berhabitat di Pulau Komodo dan Pulau Rinca Kabupaten Manggarai Barat yang beribukotakan Labuan Bajo. Sebagai salah satu idola para turis, kawasan Taman Nasional Pulau Komodo (TNK) tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi setelah dinonbatkan sebagai salah satu keajaiban dunia (walaupun tanpa dinobatkan Komodo tetaplah keajaiban dunia, karena merupakan satu-satunya binatang purba yang bertahan hidup) angka kunjungan semakin meningkat.  Disebut sebagai Taman Nasional, karena kawasan ini sangat luas dengan dua pulau utama yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca serta dikelilingi pulau-pulau kecil yang eksotis seperti pulau Pandar, P. Kalong, P. Bidadari, P. Monyet dll. Disekitar pulau ini terdapat pantai-pantai eksklusif dan eksotis seperti Pink Beach/Pantai Pink, Pantai Bidadari yang merupakan surga bagi pencinta diving dan snorkling karena memiliki pemadangan bawah laut yang mengagumkan.

Menurut data yang dihimpun dari beberapa sumber di Labuanbajo, angka kunjungan th 2009 sebanyak 32.000 pengunjung, 2010 sebanyak 41.000 dan tahun 2011 sebanyak ± 70.000 pengunjung. Pengujung Taman Nasional Komodo beragam, tapi masih didominasi wisatawan mancanegara sebesar 80%, sisanya wisatawan nusantara.  Puncak kunjungan biasanya saat liburan sekolah atau liburan musim panas di Eropa dan Amerika. Dengan tarif sebesar $15 USD (135 ribu/kurs 9 ribu) untuk turis manca negara dan 15 ribu unutk turis nusantara. Bila mau dihitung, pada tahun 2011 saja devisa negara yang disumbangkan TNK dari turis mancanegara sebesar  Rp. 7.560.000.000. Angka yang cukup  fantastis dan penting bagi pariwisata Indonesia tentunya. Continue reading KOMODO, DI MANGSA KUCING

TRAVEL GUIDE TO SIKKA FLORES


This slideshow requires JavaScript.

GEREJA  KATOLIK ST. IGNATIUS LOYOLA SIKKA, Lela,  kab.Sikka, Flores NTT sampai saat ini sudah berusia 110 tahun.  Sejak dibangun  Portugis, 24 desember 1899 tetap berdiri kokoh dan belum pernah direnovasi seiring perannya yang tak tergantikan dalam penyebaran agama katolik di wilayah Sikka dan sekitarnya.  Tepat disamping gereja  terdapat Istana Raja Sika dan  Batu Mahe (permainan) peninggalan kerajaan Sikka. Untuk mencapai gereja ini diperlukan waktu 1-2 jam perjalanan dari Maumere ke arah selatan melewati Nita, Plea, Bloro, Nanga menelusuri pantai selatan Flores.  Transportasi ke Maumere jalur darat lewat Ende (5-6jam), jalur laut dari Surabaya (3hari) dan jalur udara dari Kupang (45 menit). Destinasi lain di Maumere dan sekitarnya al: Mata Air St. Fransiskus Xaverius di Wairnokrua, Gua  Keytimu  di Bola, Perahu Tembaga / Jong Dobo di Kewapante, Bukit Pasionis di Nilo, Museum Becon Blewut di STFT Ledalero, Kuburan Batu di Paga dan Pulau Palue.  Oleh-oleh khas Maumere selain tenun ikat adalah ikan asin dan moke bagi penimat minuman beralkohol.  (Andre Yuris)