Gunung Welirang, Siksaan bagi Pendaki

 

This slideshow requires JavaScript.

Welirang 16-18 desember 2011. Gunung Welirang, mungkin bukanlah gunung favorit para pendaki di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Dibadingkan Gunung Semeru, Raung dan Argopuro, Puncak Welirang dan Arjuno tidaklah begitu mentereng dan popular. Namun lain gunung lain cerita, “Welirang-Arjuno Siji mane Cak” begitu kata orang Surabaya. Para pendaki yang sudah berkelana kemana-mana pasti tidak akan melupakan “ sentuhan siksaan dan tanjakan ASU (anjing-nama yang baru kami berikan)” jalur menuju dua puncak ini, khususnya yang melalui jalur Tretes. “Asu Tenan” kata teman saya dari Jogja, adalah gambaran singkat, padat dan jelas mendeskripsikan jalur naik dan turun melalui Pos Tretes.

Gunung Welirang walaupun tingginya hanya 3156 mdpl, memiliki pesona tersendiri yang membuat orang menuju padanya. Walaupun lintasannya berbatu rapih dan bisa dilalau Jeep penambang, jalur ini tidaklah mudah ditaklukkan. “Siapkan betis dan lutut anda baik-baik” karena jalur berbatu sepanjang 13 km dari Pet Bocor sampai Pos Pondokan telah siap mengurut kaki. Bila masuk melalui Pos Tretes, setelah mengurus perijinan (retribusi Rp. 4000 dan 1 lembar fotocopy KTP), perjalanan dimulai dengan melintasi jalur berbatu setelah pos dan jalan beraspal menuju Pet Bocor (Pipa Bocor) selama kurang lebih 45 menit. Pet Bocor bisa juga digunakan sebagai camp persiapan, karena tersedia camping ground yang cukup luas dan ada warung makan.

Dari Pet Bocor inilah kisah sengsara dimulai, jalur berbatu yang tersusun rapih siap memberikan pijat refelksi bagi telapak kali. Setelah melalaui jalan berbatu selama ± 3,5 jam, pendaki bisa menemukan pos Kop-Kopan. Disini terdapat shelter yang juga dimanfaatkan sebagai warung, mata air bersih dan camping ground. Bagi yang berniat camp dipos ini, bisa mewaspadai badai yang kadang datang tiba-tiba karena minimnya pelindung (pohon ) dipos ini dan terlampau terbuka. Dari Kop-kopan kisah sengsaranya berlanjut selama ± 4 jam melalau jalan berbatu yang mulai kurang teratur. Setelah berjalan ± 1,5 jam, sampailah ditanjakan ASU, tanjakan lurus sepanjang 300m dengan kemiringan 30®. Butuh waktu 45 melewati tanjakan ini “asu tenan !!!”.

Setelah melalui tanjakan ini, bisa sedikit berlega karena setelah itu jalur menuju Pondokan tidak ada lagi jalur serupa walaupun masih harus melalui tanjakan berbatu. Waktu tempuh dari Kop-kopan menuju Pondokan ±4jam. Di Pos Pondokan, akan ditemukan banyak gubug kecil para penambang belerang dan sumber air bersih dan camping ground. Disarankan para pendaki agar membagung camp agak berjauhan dari gubug atau setelah sumber air, selain karena banyak tikus, ada masalah sosial lainnya (walaupun aksidental) yang sering terjadi. Bagi penikmat fotografi, gubug dan aktivitas petambang bisa menjadi obyek foto yang manarik. Tapi juga perlu waspada karena kadang obyek fotonya meminta imbalan sebagai model.

Untuk menuju puncak Welirang dari Pondokan memakan waktu tempuh selama ±3,5 jam dan sebaiknya memulai perjalanan pada saat subuh. Selain menghindari terik mata hari, perjalan subuh memberikan pengalaman yang berbeda karena disuguhkan panorama kota pada malam hari, khususnya dari pelawangan. Dari tempat ini juga bisa menikmati sun rise, yang tentunya mbyak fotografi yang menarik. Melalui vegetasi cemara, tanaman perdu, edelweis dan jalur berbatu yang mengitari puncak, akan tersuguh pemadangan yang menakjubkan. Kabut tipis dan embun yang membias terterpa cahaya pagi hari, desiran angin dingin yang menusuk dan kerlipan lampu kota dalam rona fajar. Sebaiknya moment ini jangan dilewatkan unutk difoto, karena pencahayaanya naturalnya memberikan efek photo yang bagus.

Jalur kapuncak Welirang ditandai persimpangan, ke kiri menuju Dapur Belerang dan kekanan menuju Puncak. Sebelum kepuncak, sempatkan mengabadikan Gua Sriti. Gua cukup luas di dekat Puncak gunung Welirang dahulunya digunakan Belanda sebagai penangkaran Kijang dan pernah dibangun sebuah villa. Terdapat batu-batu pondasi bekas pagar dan bangunan-bangunan villa serta kandang kijang. Terdapat juga sebuah makam keramat di dekat gua tersebut yang diyakini oleh para penambang belerang sebagai makam Mbah Tedjo Geni.

Dipuncak Welirang akan tersaji panorama beberapa kawah bekas letusan, dengan tumpukan belarang dan asap mengepul dari dasar kawah. Dari puncak Welirang tanpak dari kejauhan puncak Semeru yang diselimuti awan dan puncak Arjuno serta beberapa puncak gunung lainya. Pengunjung sebaiknya melingkapi diri dengan masker/slayer basah bila berada dipuncak Welirang karena gas Belerangnya cukup tinggi, dan disarankan agar tidak beristirahat terlampau lama apa lagi tertidur karena bisa mengancam keselamatan. Puncak Welirang sebaiknya didatangi sebelum pukul tujuh pagi, karena setelah itu gas belerang dan kabut semakin pekat.

Bila memutuskan unutk turun kembali melalui jalur Tretes, turunan batu yang dilewati sebelumnya saat naik menunggu anda. Kaki anda akan dimanjakan dengan pijatan maha dahsyat, apalagi bila turun hujan yang membuat pijakan menjadi sulit. Akan terasa pos perijinan bukanya semaki dekat malan menjauh. Namun demikan dijamin cerita baru yang didapatkan akan sangan membekas dihati dan kaki. Welirang beda dengan yang lainya, karena pendaki tidak hanya disuguhi puncak namun juga pijat plus-plus. Salam Satu Bumi, Satu Hati. Teks dan Foto : Andre Yuris

Travel guide : Perlengkapan wajib: Sepatu Traking, Carier, Raincoat, Tenda, Jaket, Slayer/Masker dan logistik sesuai dengan lama waktu perjalanan. Sebaiknya membawa serta obat anti nyeri /counterpain, plaster dan perban luka. Transportasi : Dari Terminal Bungurasih,Surabaya naik bis Jurusan Malang (Patas: 15 ribu, Ekonomi : 5 ribu) turun di Terminal Pandaan. Dari Terminal Pandaan naik angkot ke Pos Tretes 5-7 ribu.

39 thoughts on “Gunung Welirang, Siksaan bagi Pendaki”

  1. sangat tersiksa, tapi tetap tergoda untuk mengulanginya…… Ngeteh di warung Bu Tris di Pet Bocor…. Ngopi di warung Pak Tris di Kop-Kopan….

  2. hai andre, klo aq 2 x, pertama cuma sampe pondokan…itupun udah nangis2… baru yang ke 2 bulan oktober 2011, alhamdulillah nyampe puncak welirang. salam lestari

      1. Hai Dinar, Mungkin Mia menangis takjub keindahan Welirang. Welirang viewnya bagus tapi berhubung musim hujan jadi harus lebih waspada. Terutama sepatu harus compatible dgn jalur berbatu..disarankan sepatu gunung (bukan sepatu sport biasa apalagi sandal), Kao -kaki disipkan 3-4 set,raincoat penting karena hujan, Karena kamu pendaki pemula ada baiknya jangan pernah berpisah dari rombongan….sukses buat pendakiannya..Salam satu bumi wani..

  3. oalahh,, kayaknya mantap tuh tracknya,, aku sma beberpa temanku mau pengembaraan ke welirang,, blog ini sangat bagus untuk dijadikan referensi ,, trimakasih sudah nge-share,,^^ salam rimba,,

  4. Salam lestari…
    Welirang top bnget,capek tak jadi mslh…
    smu.a uda terbayar dg ke indahan…
    3X kpuncak,ttp enjoy…

  5. Tapi aman2 aja kan kesana?
    gak ad jurang atau apa?
    minggu depan kesana, gak sabar banget pengen liat keindahan puncak welirang😀

    1. Kalau dari Bandung bisa naik kereta ke Malang atau Surabaya. Dari Surabaya atau Malang menuju Pandaan sudah lebih dekat. Dari Pandaan ke pos Jaga dikawasan Trawas sudah dekat. Trims

  6. saya kesana akhir april.. sepi banget gan .. welirang sih msh rame lah.. arjuno di lembah kidang di ketawain mba kunti haha-__- dan saya di puncak lapangan welirang yg bnyk edelweisnya itu terkena sakit tenggorokan dan pilek alhasil ga menyenangkan selama pendakian berlangsung lalu saya turun lanjut ke camp lembah kidang saya baca artikel banyak kejadian mistis disini dan akhirnya disini saya merasakannya -___-

  7. Naek gunung pertama ya ke Welirang ini, akhir maret 2013 ke sini cuma sampe kop2-kopan. Naeknya pake sepatu turunnya pake sendal jepit. Kalo saya dari pos perijinan sampe ke pet bocor setengah jam. dari pet bocor ke kop2an 3 jam.
    sebulan kemudian balik langsung muncak. Hahaha. 😀

      1. Beberapa kali naek lirang, tp lum pernah berhasil smp puncak. 1 x nyampek puncak arjuno…. Kalah nasib

  8. oooohhh, gitu ya jalurnya saat ini, ternyata sudah ada warung juga ya? sayang sekaliii, sudah banyak banget perubahannya, seiring atau tergerus perubahan jaman kali ya? saat ini banyak yang jualan yack? dan jalur bisa dilalui jeep ya? bikin rusak tempat main ajah nih jeep-jeep……

  9. Salam satu cangkir hehe, ijin nanya trek nya lebih sulit dari Gunung Arjuno atau lebih mudah? Kemarin baru muncak ke Arjuno sih

    1. Salam cangkir Mas Ridho, treknya relatif lebih baik dari Arjuno. Cuma jalurnya terbuat dari sususnan batu, sehingga memang terasa lebih berat apalagi saat turun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s