TENTANG PENCAHAYAAN DALAM FOTOGRAFI

SUMBER CAHAYA

Bagaimana kita bisa memanfaatkan adanya alat penerang yang akan digunakan untuk membantu timbulnya imaji pada bagian sistem perekam di kamera.Pencahayaan ini akan menentukan kualitas dari gambar dengan perhitungan dalam bentuk intensitas, atau kekuatan cahaya itu sendiri.

KUALITAS PENCAHAYAAN

Dipengaruhi oleh beberapa hal:

  • Keras lemahnya cahaya, sehingga berpengaruh terhadap bayangan
  • Sudut dari cahaya
  • Warna cahaya

TEMPERATUR WARNA (Color temperature)

  • Tungsten 3600°K warna yang ditimbulkan kencenderung kekuningan (YELLOWISH)
  • Flourencent 4200°K warna yang ditimbulkan kecenderung kehijauan (GREENISH)
  • Daylight 5600°K warna yang ditimbulkan kecendrung kebiruan (BLUISH)

Sehingga untuk mendapati warna yang tepat kita butuh konversi antara sumber cahaya dengan jenis bahan baku hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan FILTER CONVERTION atau dalam tehnik kamera dipergunakan WHITE BALANCE.

ASPEK-ASPEK UNTUK MENDAPATKAN PERHITUNGAN WARNA YANG BAIK

  • HUE adalah predominasi dari sensasionalitas warna : antara warna merah, warna hijau, warna biru. Warna yang normal diharapkan netral atau achromatic.
  • SATURATION adalah kestabilan warna dari nilai pudar sehingga warna menjadi murni atau tepat dan tidak pudar. Atau biasa disebut chroma, intensity atau purity.
  • BRIGHTNESS adalah bentuk secara luas dari kuantitas cahaya yang diterima subjek.

MACAM-MACAM SUMBER CAHAYA

Natural (alami): Ini adalah salah satu sumber cahaya yang bisa kita lihat sehari-hari. Seperti cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lilin dan cahaya api.

Artificial (buatan): Untuk kebutuhan pencahayaan biasanya kita juga bisa memanfaatkan kondisi penerangan yang ada di lokasi. Seperti cahaya lampu jalan, lampu meja, lampu kamar, lampu taman, lampu mobil dan semua jenis lampu yang mungkin bisa kita manfaatkan sebagai sumber cahaya. Artifisial light juga termasuk pada bagaimana kita bisa menambah intensitas yang dihitung kurang nilainya dari kebutuhan kita dengan menambahkan lampu khusus yang biasa di gunakan untuk syuting. Jenis lampu ini di rancang memiliki kemampuan untuk mendapati nilai intensitas yang baik, sesuai kebutuhan kita.

KARAKTER PENCAHAYAAN

 Hard Light: Adalah cara kita menset pencahayaan di lokasi dengan menerapkan sistem bahwa sumber cahaya yang jatuh ke permukaan subjek di buat dengan perbandingan intensitas antara cahaya yang keras dan cahaya yang lemah cukup tinggi. Karena cahaya yang jatuh menjadi focus pada titik tertentu maka hal ini memberikan dampak pada bagian bayangan akan terlihat sangat jelas. Sehingga akan menimbulkan efek kontras yang sangat tinggi.

 Soft Light: Adalah cara kita menset pencahayaan di lokasi dengan menerapkan sistem bahwa sumber cahaya yang jatuh ke permukaan subjek di buat dengan perbandingan antara cahaya yang keras dan cahaya yang lemah cukup rendah. Karena perbandingan yang sangat kecil ini cahaya menjadi rata sehingga bayangan akan terlihat halus atau tidak ada sama sekali.

METODE TEKNIS PENCAHAYAAN

Direct Light: Sebuah metoda dalam menerapkan jatuhnya sumber cahaya secara langsung di arahkan ke permukaan subjek. Dari penerapan seperti ini akan terlihat jelas arah datangnya sumber cahaya.

Reflected Light: Sebuah metoda dalam menerapkan jatuhnya sumber cahaya tidak secara langsung tetapi dengan mengarahkan ke bidang lain sehingga cahaya yang jatuh kepermukaan subjek adalah cahaya pantulan. Karena cahaya menjadi halus dan rata maka tidak terlihat jelas arah datangnya.

METODE PEMANFAATAN SUMBER CAHAYA

Available Light: Cahaya yang sudah ada di set/lokasi dengan kondisi permanen dan dimanfaatkan untuk pengambilan gambar. Kondisi putaran waktu yang mempengaruhi cahaya bisa dimanfaatkan baik malam maupun siang (Night-Day)

 Artificial Light: Adalah cahaya buatan yang mampu dipakai atau memang khusus dibuat untuk kebutuhan pengambilan gambar namun tidak menghilangkan kesan NATURAL.

Practical Light: Sumber cahaya yang kita dapati dari cahaya lampu meja, lampu jalanan, lampu kendaraan atau juga lampu kamar, dst dan di gunakan untuk keperluan pengambilan gambar.

Pictorial Light: Penerapan pencahayaan dengan kesan BEAUTY ada keseimbangan antara key light, fill light, back light dan background light.

LIGHTING STYLE (Gaya Pencahayaan)

  • High Key: Perbandingan cahaya terang dan gelap kecil sehingga kontrasnya rendah.
  • Low Key: Perbandingan cahaya terang dan gelap besar sehingga kontrasnya tinggi.
  • Graduate Tonality: Perbandingan cahaya antara gelap dan rendah memiliki nilai sedang sehingga terdapat gradasi terhadap kontras.

LIGHTING SETTING

  • REALISM: replika dari kondisi aktual
  • NEUTRALITY: tidak memiliki latar belakang representatif
  • SUREALISM/FANTASY: abstrak, ekspresif, tidak ada hubungan dengan dunia nyata

Sumber :  Muhammad Adhitama / Forum NGI Online: http://forum.nationalgeographic.co.id/topic-373.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s