MUSIKALISASI PUISI “ Nyanyian Dalam Pelarian ”

musikalisasi puisi

Musikaliasi Puisi atau pembacaan puisi dengan iringan musik atau pemberian titinada atau tangga nada pada baris-baris puisi sehingga puisi dapat dinyanyikan. Musikalisasi puisi merupakan ruang apresiasi puisi, dimana titian nada memberikan nuansa dan rasa pada puisi. Titian nada  menjadikan puisi lebih mudah tersampaikan dan dinikmati, oleh awam sastra apalagi dalam pusaran budaya populer.

Dalam acara ini para penikmati puisi atau yang belum jadi penikmat puisi dipertemukan. Yang ditawarkan sebagi jembatanya adalah musik. Kenapa musik? Dapat dikatakan bahwa salah satu budaya populer yang digemari berbagai kalangan adalah musik. Terlepas dari genre atau aliran musik yang diminati, musik menjadi keseharian masyarakat. Memadukan puisi dan musik tentu akan menghadirkan imajinasi estetis yang menarik.

Apakah membaca dan mendengarkan pembacaan puisi sudah tidak diminati, sehingga perlu titian nada?. Masih bisa di perdebatkan tentunya. Namun dari pengamatan kami, acara-acara puisi sudah semkin jarang. Dikampus-kampus pada era 90an dapat dijumpai begitu banyak event puisi. Begitu tenarnya WS Rendra, hingga tidak hanya di sekolah dan kampus bahkan di terminal bis pengamen berpuisi  Sajak Sebatang Lisong. Pemandangan dan suasana yang sudah jarang ditemui, paling tidak di Surabaya.  Dengan acara musikalisasi puisi ini diharapkan puisi menjadi bisa dinikmati lagi dan semakin banyak anak muda yang belajar tentang puisi.

Secara khsusus, musikalisasi puisi kali ini menyajikan karya Widji Tukhul. Karya Widji Thukul  bukanlah karya populer, namun karyanya memiliki nuansa yang khas. Puisinya menyajikan pangalaman kelam  pelariannya dibawah teror orde baru. Pengalaman dalam pelarian inilah yang menjadikan karyanya kental dengan perlawanan.

Kegiatan Musikalisasi Puisi Wiji Thukul ini juga sebagai kelanjutan dari kegiatan Ngobrol Asik memperingati hari ulang tahun PETA (pembela Tanah Air) pada 14 Februari 2016 silam. Kegiatan Ngobrol  Asik tersebut dimeriahkan dengan pembacaan puisi perjuangan dan lagu pop yang berisi pesan kebangsaan. Di luar dugaan, banyak kawan muda yang tertarik membawakan puisi-puisi perjuangan.

Menyikapi antusiasme kawan-kawan muda tersebut, dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional, Nera Academia mengadakan Malam Musikalisasi  Puisi Widji Thukul sebagai wadah apresiasi terhadap karya puisinya yang luar biasa. Acara ini akan diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Puisi Nasional yang jatuh pada tanggal 28 April 2016.  ( Andre Yuris/ Nera Academia)

Kisah perjalanan Wiji Thukul dapat dibaca di Majalah Tempo : Edisi Khusus Wiji Thukul+Kumpulan Puisi Para Jenderal Marah-Marah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s