Kuasa Puasa*

Screenshot_2016-06-11-00-56-55_1465581487550
Screenshoot : Video razia warung, Sumber Kompas TV.

 

Entah apa yg ada di otak PolPP dan Bupatinya saat menindak si Emak. Dari video terlihat ekspresi, tertekan, panik dan takut. Bukan saja takut dan panik karena diserbu gerombolan “penegak perda”, dia was-was karena jualannya disita. Entah nanti dia buka puasa pake apa, yang jelas Emak tekor hari ini.
Si Emak sudah jelas rugi dalam hitungan bisnis. Sebagai pedagang kecil, tentu dia akan memutar otak dan tenaga lebih untuk menutupi kerugian hari ini. Dan mungkin akan mengurangi tabungan, itu kalau dia punya. Kalaupun tidak, jatah hari rayanya berkurang.
Dua hal yang pasti, kerugian si Emak di satu sisi dan kesenangan aparat yang merasa melayani orang yg sedang berpuasa disisi lain. Si Bupati akan memuji, Satpol PP sudah menegakan Perda dengan merampas dagangan si Emak. Dan Si Emak akan bersungut-sungut dan mungkin juga menangis seharian.
Saya tidak bisa menerka pikiran teman-teman yang lagi ibadah puasa melihat video ini. Juga tidak membayangkan reaksinya. Entah iba dengan si Emak atau menyanjung PolPP yang telah menyingkirkan godaan. Tentu sebagai manusia pasti memiliki timbangan masing-masing.
Yang pasti ini realitas yang melibatkan pemeluk agama. Dan tentu banyak kejadian lain yang mirip, juga melibatkan penganut agama lainnya di Indonesia. Dimana atas nama agama, pemerintah menyingkirkan dan merampas dari yang lain. Seolah, agama merestui penyingkiran dan penindasan atas manusia lain yang lemah dan tak sanggup melawan.
Apakah pemerintah bersalah? Bisa jadi pemerintah hanya mau melayani agama-agama. Dan Apakah penyingkiran dan penindasan di “ia”kan oleh agama? Tentu akan banyak argumen penyangkalan.
Walaupun dalam ajaran agama yang pernah saya baca, tentu tindakan seperti diatas sangat tidak “agamawi” (tentu saya tidak memilik otoritas membenarkan / menyalahkan). Saya lebih cendrung mengatakan tindakan diatas tidak manusiawi. Walaupun toh, bisa saja saling dikaitkan antara yang agamawi dan manusiawi.
Perilaku tidak manusiawi ditambah tidak agamawi tentu menyangkal keadilan dan keadaban yg diperjuangkan agama-agama ( kalau tidak salah). “Dosa”, begitu kata agama bila penganutnya tidak adil dan beradab. Video diatas, sekilas memperlihatkan perilaku tidak adil dan melukai peradaban. paling tidak itu tanggapan pribadi saya. Perampasan disertai represi adalah tindakan dosa, paling tidak itu tanggapan pribadi saya.
Bila dosa itu disahkan, hanya agar kita terhindar dari dosa lain; kayaknya ada yang salah dengan pengamalan sila Pertama Pancasila “Ke Tuhanan yang maha esa. Karena pencapaian dan pengakuan terhadap Ketuhanan yang esa hanya mungkin bila ada manusia diperlakukan secara adil dan beradab.
Baik bila tindakan dan pikiran umat beragama mendorong terciptanya kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga klaim kita terhadap Ke- Tuhanan jadi lebih sahih.

Link videonya: https://m.facebook.com/story.php story_fbid=1174842112568019&id=177732508945656

* Andre Yuris/ Nera Academia Surabaya Tulisan menanti sahur, karena ikutan puasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s