Tag Archives: andre yrus

JUMAT KERAMAT BUAT BAMBANG WIDJOJANTO*


Istilah “Jumat Keramat” selama ini lekat dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Para tersangka yang diperiksa di KPK selalu was-was apabila diperiksa pada hari Jumat. Para tersangka highprofile seperti pejabat negara dan politisi kerap ditahan dan langsung dijebloskan ke tahanan setelah sholat jumat. Para wartawan kemudian menyebut “Jumat Keramat” karena kebiasaan KPK ini.

Namun ada yang berbeda pada Jumat 23/01/2015, POLRI melalui Badan Reserse Kriminal (BARESKRIM) membuat kehebohan dengan menangkap dan memeriksa Bambang Widjojanto salah satu Komisioner KPK. Apakah BW akan ditahan pada Jumat Keramat?. Belum pasti karena masih berproses. Namun kehebohan ini justru bukan pada kasus yang menimpa BW, namun pada perang simbol dan tanda.

Perang simbol dan tanda yang terjadi antara KPK dan POLRI memang bukan hal baru. Dulu ada kasus Cicak Vs Buaya. Yang paling mengemuka akhir ini adalah ketika KPK menetapkan calon Kapolri Jendral Budi Gunawan. Penetapan BG sebagai tersangka oleh KPK dianggap merendahkan lembaga negara. Walaupun ada yang membacanya sebagai murni penegakan hukum dan political game.

Penangkapan BW dibaca sebagai respon POLRI terhadap KPK. Walaupun ini memicu perdebatan, karena POLRI memiliki alasan hukum ketika menangkap BW. BW disangkakan secara tidak langsung memberikan keterangan palsu pada sidang Pilkada Kota Waringin di Mahkama Konstitusi tahun 2010. Dari sisi kewenangan hukum tentu Polisi berhak menangkap BW bila terbukti, sama halnya dengan KPK yang berwenang menetapkan BG sebagai tersangka walau belum ditahan.

Kedua kasus ini pun memunculkan kehebohan politik dan hukum. Kehebohan politik karena akan banyak pihak yang akan bermain dan mengambil alih panggung wacana politik. Kehebohan hukum karena seakan kedua lembaga ini saling berlomba dalam proses hukum, yang celakanya melibatkan tokoh penting didua lembaga ini. Jadilah seperti perang supermasi ego(sentris) di POLRI dan KPK.

Dalam kasus penangkapan BW, hal lain yang menarik adalah hari penagkapannya. Penangkapan BW di hari jumat, mau menunjukan bahwa JUMAT KERAMAT-nya KPK diambil alih oleh POLRI. POLRI mengirim pesan bahwa “JUMAT KERAMAT’ itu sebagai senjata makan tuan. Bila BW jadi di tahan pada hari ini maka, POLRI berhasil menggunkannya sebagai langkah balik untuk KPK.

*Andre Yuris/ Nera Academia Surabaya

#‎HARISTUDI 2014 : POROS MARITIM


Hari Studi 2014 -Nera Academia
Hari Studi 2014 -Nera Academia

NERAACADEMIA : . Gagasan Poros Maritim mengemuka kembali pada era pemerintahan baru Jokowi-JK. Walau bukan sebuah gagasan baru, gagasan ini mampu mencuri perhatian dalam berbagai diskusi. Juga menjadi menarik karena Poros Maritim menjadi salah satu visi pemerintahan Jokowi JK. Terbentuknya Menko Kemaritiman menunjukan bahwa gagasan ini menjadi pilar penting pembangunan lima tahun mendatang.

Ada beberapa ide utama yang menjadi pijkan berpikir gagasan poros maritim, al :

  • Identitas Kelautan Indonesia:
  1. Negara Kelautan :  wilayah adalah laut
  2. Negara Kepulauan :  Fakta geografis wilayah Indonesia
  3. Negara Maritim :  Pengelolaan laut untuk kepentingan bangsa
  • Poros Maritim  merupakan visi untuk menjadi “pusat” kegiatan ekonomi regional dan global dengan memanfaatkan sumber-sumber kelautan. Juga merupakan upaya pengejawantahan geostrategi Indonesia dan pemanfaatan aset-aset kelautan Indonesia baik secara ekonomis dan strategis.
  • Tiga elemen dasar gagasan poros maritim:
  1. Sebagai cita-cita
  2. Sebagai doktrin
  3. Sebagai bagian dari agenda dan strategi pembangunan

Untuk mewujudkan gagasan tersebut diatas tidaklah mudah. Beberapa langkah stategis berikut akan mendorong percepatan pencapain visi Poros Maritim ini al :

  1. Marine Resource Development à pengembangan sektor penangkapan dan budidaya perikanan untuk dapat mendukung agenda ketahanan pangan (FAO, OECD, EU Maritime Council).
  2. Coastal Area Development : pemberdayaan masyarakat pesisir (petani dan nelayan).
  3. Maritime Infrastructure à memfasilitasi perdagangan internasional dengan peningkatan infratsruktur laut, sea lanes dan pelabuhan (World Bank, World Ocean Council, ADB)
  4. Small-Island Development à pengembangan konsep Minapolitan guna meningkatkan effective occupation pulau-pulau terdepan dan menumbuhkan potensi sentra ekonomi kelautan (FAO, World Bank), dengan pendekatan sovereignty, security dan prosperity.

*Bahan Hari studi Nera Academia 2014, disadur dari Diplomasi Poros Maritim:
Perspektif Geopolitik dan Geoekonomi, Oleh : Dr. Darmansjah Djumala, MA, Direktur Jenderal/Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Kementerian Luar Negeri RI