Tag Archives: Ilmu komunikasi

TREND KEKERASAN : PEMERINTAH SBY ABSEN


Kekerasan yg tiap hari kita saksikan dilayar TV media lainya adalah percikan tanda-tanda jaman yang mengisyaratkan bahwa masyarakat kita sebenarnya sedang sakit. Prilaku tidak beradab yang masif dan marak adalah tanda ketiadaan panutan publik. Tidak adanya panutan moral yang seharusnya lahir dari para pemimpin bangsa. Drama kekerasan simbolik dan realistik yang mereka pamerkan dimedia masa (khususnya televisi) menjadi picu kekersan fisik yang terjadi digrassroot. Kalau pemimpinnya hanya bilang prihatin, maka anak buahnya pasti kami juga prihatin, kalau pemuka-nya mengajarkan “kelompok tetertu adalah musuh dan sesat” maka tidak heran pengikutnya memburu dan membunuh” kelompok lainnya. Solusinya hanya senderhana ” bertindaklah sebaliknya”, maka semuanya pasti tidak terjadi.

Bila berkaca pada masa lalu, ada fase kekerasan yang dilalui bangsa indonesia. Sejak jaman kerajaan nusantara, penjajahan, prakemerdekaan hingga paska reformasi ada fenomena kekerasan. Yang membedakannya adalah alasan yang dilekatkan atas tindakan kekerasan tertentu. Alasan mempertahankan diri, kemerdekaan bahkan alat pelanggengan kekuasaan politik dan ekonomi seperti yang terjadi dari masa orde lama hingga orde baru. Pada masa sekarang khususnya pada pemerintahan SBY, modus tidakkan kekerasan baik yang dilakukan masyarakat maupun aparat menjadi sangat tidak terdefinisikan. Tidak terdefinisikan lataran lahir dari hal yang paling serius hingga paling sepele, yang ironisnya penyelesainya pun tidak jelas. Pada titik penyelesaian konflik akhir-akhir ini menjadi tidak jelas karena bias pemberitaan media dan proses hukum yang tidak jelas. Bila trend kekerasan terus berlangsung ini adalah dampak dari ketidakjeasan tersebut, lucunya dalam situasi ini pemerintah absen dari tugasnya jadi pendamai. Continue reading TREND KEKERASAN : PEMERINTAH SBY ABSEN

TENTANG PENCAHAYAAN DALAM FOTOGRAFI


SUMBER CAHAYA

Bagaimana kita bisa memanfaatkan adanya alat penerang yang akan digunakan untuk membantu timbulnya imaji pada bagian sistem perekam di kamera.Pencahayaan ini akan menentukan kualitas dari gambar dengan perhitungan dalam bentuk intensitas, atau kekuatan cahaya itu sendiri.

KUALITAS PENCAHAYAAN

Dipengaruhi oleh beberapa hal:

  • Keras lemahnya cahaya, sehingga berpengaruh terhadap bayangan
  • Sudut dari cahaya
  • Warna cahaya

TEMPERATUR WARNA (Color temperature)

  • Tungsten 3600°K warna yang ditimbulkan kencenderung kekuningan (YELLOWISH)
  • Flourencent 4200°K warna yang ditimbulkan kecenderung kehijauan (GREENISH)
  • Daylight 5600°K warna yang ditimbulkan kecendrung kebiruan (BLUISH)

Sehingga untuk mendapati warna yang tepat kita butuh konversi antara sumber cahaya dengan jenis bahan baku hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan FILTER CONVERTION atau dalam tehnik kamera dipergunakan WHITE BALANCE.

ASPEK-ASPEK UNTUK MENDAPATKAN PERHITUNGAN WARNA YANG BAIK

  • HUE adalah predominasi dari sensasionalitas warna : antara warna merah, warna hijau, warna biru. Warna yang normal diharapkan netral atau achromatic.
  • SATURATION adalah kestabilan warna dari nilai pudar sehingga warna menjadi murni atau tepat dan tidak pudar. Atau biasa disebut chroma, intensity atau purity.
  • BRIGHTNESS adalah bentuk secara luas dari kuantitas cahaya yang diterima subjek.

MACAM-MACAM SUMBER CAHAYA Continue reading TENTANG PENCAHAYAAN DALAM FOTOGRAFI