Tag Archives: TOKOH

SEKEDAR SALAM BUAT PAK BEYE


Sekedar Mengingatkan kita tentang  kebohongan yang telah dilakukan dua perode pemerintahan SBY. Ada kebohongan lama (fase awal kepemimpinan SBY) dan Kebohongan Baru  (fase kedua pemerintahan SBY).  Butir-butir kebohongan inilah, disuarakan oaleh apara pemimpin lintas agama tahun lalu di Jakarta. Hal ini saya ingatkan kembali bukan menggali luka lamam tapi hanya mengingatkan agar pak SBY dan koleganya memperhatikan janji yang telah dibuat. Rakyat belum bosan dengan janji, tapi bosan dengan pemimpin yang kerap ingkar janji.

Sembilan kebohongan lama tersebut antara lain:

  1. Pertama pemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal dari penerimaan beras rakyat miskin tahun 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa.
  2. Kedua, Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan. Namun pada awal tahun 2011 kesulitan ekonomi justru terjadi secara masif.
  3. Ketiga, SBY mendoronga terobosan ketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue Energi. Program ini mengalami gagal total.
  4. Keempat, Presiden SBY melakukan konferensi pers terkait tragedi pengeboman Hotel JW Mariot. Ia mengaku mendapatkan data intelijen bahwa fotonya menjadis asaran tembak teroris. Ternyata foto tersebut merupakan data lama yang pernah diperlihatkan dalam rapat dengan Komisi I DPR pada tahun 2004.
  5. Kelima, Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga kini.
  6. Keenam, UU Sistem Pendidikan Nasional menuliskan anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari alokasi APBN. Alokasi ini harus dari luar gaji guru dan dosen. Hingga kini anggaran gaji guru dan dosen masih termasuk dalam alokasi 20% APBN tersebut.
  7. Ketujuh, Presiden SBY menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dalam Debat Calon Presiden Tahun 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo tidak mengalami titik temu hingga saat ini.
  8. Kedelapan, Presiden SBY meminta semua negara di dunia untuk melindungu dan menyelamatkan laut. Di sisi lain Presiden SBY melakukan pembiaran pembuangan limbah di Laut Senunu, NTB, sebanyak1.200 ton dari PT Newmont dan pembuangan 200.000 ton limbah PT Freeport ke sungai di Papua.
  9. Kesembilan, tim audit pemerintah terhadap PT Freeport mengusulkan renegosiasi. Upaya renegosiasi ini tidak ditindaklanjuti pemerintah hingga kini. Continue reading SEKEDAR SALAM BUAT PAK BEYE

MEDIA ALTERNATIF untuk Pengembangan Komunitas


DOWNLOAD BUKU “MEDIA KOMUNITAS”

 newsletter, nerahky
salah satu media komunitas yang pernah ada
Paska kejatuhan ORBA di bawah kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun bangsa kita memasuki era baru tidak hanya secara politis (reformasi) tapi juga era baru dalam kehidupan bermedia yang disebut liberalisasi media (Baca Buku: MEDIA PENGEMBANGAN KOMUNITAS/ Hanif Suranto).Kebebasan berpendapat yang di kekang selama ORBA dibalas dengan kebebasan berpendapat, informasi dan komunikasi. Sekarang tidak hanya lembaga atau organisasi yang memproduksi informasi, individu atau pun komunitas dapat secara leluasa memperoleh, mengelolah dan menyampaikanya kepada khalayak sesuai tujuan.
Terlepas dari carut marut media massa nasional yang salah kaprah menterjemahkan liberalisasi informasi, yang marak dan ramai dibahas akhir-akhir ini adalah media komunitas. Media yang dikembangkan oleh komunitas entah berbasis teknologi informasi ataupun konvensional. Walaupun demikian masih ada kekeliruan mendasar tentang media komunitas. Misal saja pengertian media komunitas yang disamakan dengan koorporasi media / perusahaan media yang memiliki jaringan media.
Perlu dipahami bahwa, media komunitas tumbuh dari kerinduan akan penguatan komunitas-komunitas basis masyarakat yang selama orde baru tercerai berai oleh praktek developmentalisme dan penyeragaman sosial politik. Media komunitas juga merupakan bentuk perlawanan terhadap hegemoni informasi dan komunikasi yang diera reformasi dipraktekkan oleh koorporasi media. Praktek bermedia yang tersentralisasi pada kepentingan modal merupakan sasaran perlawanan media komunitas. Perlawanan lainya adalah kritik terhadap pola pengembangan komunitas yang cendrung top down tanpa memperhatikan energi dan daya komunitas. Media komunitas adalah media yang mengedepankan pola botom up dalam menghidupi komunitas. Continue reading MEDIA ALTERNATIF untuk Pengembangan Komunitas